Karya : D. Dudu AR
Pada paras ayumu
kelopak-kelopak menjadi siluet kelabu
Mengisyaratkan kelayuan bunga Yang telah terhisap sari-sarinya
Tasikmalaya, 18 April 2005
Larung ke relung kata, mendaki ke pucuk makna, lejar ke langit jiwa, lalu bersedekap menafsirkan diri.
Karya : D. Dudu AR
Pada paras ayumu
kelopak-kelopak menjadi siluet kelabu
Mengisyaratkan kelayuan bunga Yang telah terhisap sari-sarinya
Tasikmalaya, 18 April 2005
Karya : D. Dudu AR
Jika mata meresap ke dalam rasa, maka padang yang bara
Dapat dilalui tanpa terbakar, merintih, lelah dan terpanggang di bawah tungku langit siang
Tasikmalaya, 5 Juni 2005
Karya : D. Dudu AR
Endapan pada relung yang sudah kumat
menjadi serimpung busuk saban kembang tujuh rupa tak lagi wangi
Kemudian palung kaldera yang sudah tua
menampani letupan-letupan kawah setiap hati remah
sebenarnya, benarkah taburan kata di langit selamanya berbinar?
Pada suatu pertigaan malam
jalan mendadak lenyap menegaskan getir kembara
menjadi sebuah peta yang tak berjarah
Ceruk buntu
Labirin sunyi
adalah ruang persemayaman saban gelisah
sungguh suatu anugerah
ketika mata air menghilir ke muara petuah
melumerkan batu-batu di pikiran dangkal
karena endapan yang tadinya kebal, luluh lantah
pada kesejatian tafsir ayat-ayat yang benar dan bertuah
kesesatan adalah kelangkang menuju hakikat kebenaran
2010
Karya : D. Dudu AR
Pada kantung mata yang cembung, apakah pandangan menjadi rabun ?
Di sini, di kolong jembatan bayi-bayi lahir dari perut kempes
Hembuskan nafas pertama dengan menghisap asap pekat knalpot
Kemudian merembes pada palung dadanya yang tuberculosis
Di sini, di pinggiran kota para jelata menyucikan tubuhnya
Dengan air comberan yang membaur dengan sisa kotoran
Dari perut-perut buncit yang sehat
Sementara mereka memungut sampah dari kali-kali
Sebagai makanan sehari-hari
Di sini, di gubuk-gubuk yang berdinding kardus dan beratap langit
Tubuh-tubuh pasi menggigil mengharapkan selimut hangat yang
Berasal dari wol keadilan, namun penantian itu tak kunjung datang
Hingga sekarat adalah jawaban
Di sini, di rimba hutan yang masih perawan
Sebentar lagi menjadi rebutan mata keranjang para kolega
Hingga diperkosa berkali-kali, dan ditinggalkan setelah kepuasan hegemoni terpenuhi
Di sini, di tanah yang katanya bambu saja bisa tumbuh
Para pencari nafkah selalu menemui jalan buntu
Untuk menghidupi keluarganya yang menanti sampai mati
2010
Karya : D. Dudu AR
Masih kusaksikan tawar-menawar harga nyawa seperti di pasar
ada yang harganya seperti cabai ataupun daging gelondongan
masih kusaksikan tubuh-tubuh mutilasi pada cawan bulan suci
ada yang tanpa kepala, kaki, tangan, hati, ginjal, dan dicincang tanpa basa-basi
Ceramah saban pagi hingga kultum sebelum magrib di televisi
belum mampu melerai hawa nafsu para pemulung harta yang parlente
nadoman-nadoman para mua’dzin dari balik toa seolah-olah jeda saja
untuk menghentikan kelalaian, sementara para pecinta musik dangdut, jazz, blues ataupun lagu presiden yang fanatik, terbuai di angan dan khayal
Pantas saja engkau pergi seperti kilat pada musim hujan
meninggalkan jiwa-jiwa keropos yang menampik kebenaran
pada langit-langit selaras malam. Padahal engkau sempurna bulan!
: wahai bulan paling purnama di lejar hijriyah, engkau terlau cepat menghilang
meninggalkan resah ketika rindu mendekapmu adalah siluet malam
gemulaimu belum puas kunikmati sampai keringatku merembes pada daun kesetiaan kepada Tuhan
2010
Ramadhan 1431 H
Kabar nyawa berjatuhan seperti bunga di musim gugur
menjadi hiasan penyambutan kedatanganmu yang ditunggu-tunggu
oleh para pecinta bulan dari segala purnama
: gas yang sejatinya menjadi pengganti suluh dan minyak
menjadi labirin api sebelum buka dan imsak
2010
Nuzulul Qur'an
Rinai langit di pertigaan malam
menjadi rebutan para musafir dahaga ataskesucian ayat
yang dihantar sayap-sayap malaikat
di saung ataupun di mesjid mewah
mulut-mulut pecandu rum menjadi basah
berkeringat menanti anugerah, lalu menari sufi berjama'ah
demi terpilih menjadi manusia berkah pada ritus lailatul qadar
2010
Ceruk
adalah tempat persemayaman
pada saat jiwa luruh dan jatuh
dari ranting keyakinan yang rapuh
sejenak rebah di selasar tamannya yang lindap
untuk benamkan urat pada mawar, agar tumbuh danrekah
menjadi bunga yang kembali wangi di hadapan Ilahi
2010
Sebuah Nama
Tenggelam
di telaga makna
berkecipak hingga larut ke dalam hayat
semata-mata mencari sebuah ayat
yang masih bersemayam pada pusaran malam
2010
Seperti Bulan
Jangan bawa semburat ke tebing malam yang tinggi
simpan di selasar mata saja, agar engkau nampak seperti bulan!
2010
Kepada Pengantin
Sekiranya langit yang bertaburan bintang adalah hiasan malam
Semoga menjadi lukisan abadi disetiap dinding bahtera yang membawa harapan
Ke dermaga Tuhan
2010
Melatimu
: Kang Ibing
Setidaknya pada detik-detik terakhir sebelum kembali
ayat-ayat Tuhan telah engkau lejarkan ke penjuru pasundan
semoga tumbuh menjadi melati yang semerbak di ceruk sepi
biarkan menjalar dari rumah abadi hingga ke arasy
agar semburatputihnya menjadi teman hingga engkau tenang
2010